1/12/2016

7 festival anti Mainstream di asia tenggara pada tahun 2016



Syutrav - Mengakhiri tahun 2015 dan menyambut tahun 2016, saatnya anda menyusun kembali rencana berlibur tahunan anda . Menjelajahi Negara tetangga di asia tengara ini memang menjadi pilihan yang sangat tepat.


Pasalnya, Sepanjang Asia Tenggara dihiasi keindahan alam dan budaya yang luar biasa menariknya, pameran budaya masing-masing negeri bisa menjadi pilihan untuk berlibur kesana. Berikut 7 festival Anti Mainstream di asia Tenggara yang cocok untuk anda kunjungi di tahun 2016 di kutip dari Mister Aladin.  

1. Thaipusam, Malaysia
thaipusam

Festival yang digelar juga di negeri Singapura ini selalu diikuti oleh ribuan orang, Mereka akan melakukan perjalanan selama kurang lebih delapan jam yang di mulai dari pukul 12 siang dari kuil Sri Mahamariamman dan berakhir di Batu Caves. Dengan cara yang cukup ekstrem yaitu dengan menusuk tubuh dengan ribuan jarum panjang yang di rangkai sampai sedemikian rupa, Thaipusam merupakan festival bagi etnis Tamil yang akan melakukan pemujaan terhadap dewa Murugan. Dalam keadaan trans, Beberapa peserta festival membawa bingkai besi dan menarik kereta kencana dengan kait yang di tusuk ke kulit punggung mereka.
Anak tangga menuju puncak gua Sakral, Festival ini akan jatuh pada tanggal 24 Januari 2016.

2. Aguman Sanduk, Filipina
Aguman Sanduk
 
Festival yang satu ini tergolong sangat unik dan cukup seru untuk tidak terlewatkan dimana anda akan melihat para pria menggunakan Gaun, Rok, dan pakaian wanitalainnya.  Festival ini digelar dalam rangka merayakan acara tahun baru di sana.

Awalnya, festival ini bermula pada 1 Januari 80 tahun lalu, dimana ada sekelompok pria mabuk yang tidak sengaja menggunakan pakaian wanita. Rupanya, ketidaksengajaan tersebut berubah menjadi festival yang diikuti pria paling gagah dan terhormat di kota tersebut.

3. Songkran, Thailand
Songkran

Bagi yang suka bermain air maka festival Songkran wajib untuk anda kunjungi di Thailand. Songkran merupakan perayaan menyambut tahun baru Buddha yang digelar saat musim panas.  Puncak acara dari festival ini adalah semua orang turun ke jalan membawa semua alat yang dapat menampung air dan bermain perang air disana dengan penuh kegembiraan.

Sebagai simbol awal yang baru dan pembersihan diri, penduduk setempat berbondong-bondong membawa ember, baskom, atau pistol air dan saling menyiram. Festival ini bakal digelar pada tanggal 13 April 2016 di Chiang Mai.

4. Festival Roket Boun Bang Fai, Laos
Roket Boun Bang Fai

walaupun NASA mampu membuat roket yang dapat meluncur ke angkasa, namun di langit Laos setiap bulan Mei akan di penuhi dengan roket warna warni yang meluncur silir berganti dalam festival Roket Boun bang Fai. 

Kegiatan tersebut pun merupakan bentuk permohonan kepada Dewa Hujan, Phaya Thaen agar panen berhasil, terbebas dari hama dan banjir. Menariknya, mereka yang berhasil menerbangkan roket paling tinggi akan mendapatkan wiski beras dan hadaih menarik lainnya.

Menariknya , jika roket dirasa belum cukup, mereka akan menunjuk seorang pria yang berpakaian perempuan untuk membuat marah dewa hingga mengirim hujan badai ke mereka.

5. Phuket Vegetarian Festival
phuket Vegetarian

Festival yang satu ini dianggap yang paling spektakuler di Asia tenggara dan tidak untuk dihadiri oleh anak yang belum cukup umur karena yang di tampilkan dalam festival Phuket Vegetarian Merupakan beberapa kegiatan yang cukup berbahaya, mulai dari berjalan diatas bara api, Memanjat tangga pisau hingga menusuk muka dengan kaca, pedang hingga payung.

Festival yang dilakukan sejak tahun 1825 ini awalnya digelar saat pemain Opera dari Tiongkok jatuh sakit sewaktu mengunjungi Phuket. Mereka berhasil menyembuhkan diri setelah
menjalankan diet ala vegetarian dan ritual kuno. Sejak saat itu, dari tahun ke tahun, festival ini menjadi semakin ekstrem sekaligus mengerikan. Tak heran jika banyak turis ingin menyaksikannya.

6. Loy Krathong, Thailand
Loy Krathong

jika anda ingin mencoba melepaskan lentera ke angkasa maka anda wajib mencoba ikut dalam festival yang di gelar pada bulan November ini. Festival Loy Krathong merupakan bentuk pemujaan terhadap dewi air, Para peserta akan menerbangkan Lampion kertas dan menghanyutkan Perahu kecil berbentuk teratai yang terbuat dari bentuk pisang yang di isi lilin dan sesajian (Krathong) . Dalam tradisi agama Buddha, tujuan festival ini adalah untuk melepaskan diri dari masa lalu. Beberapa orang bahkan meletakkan surat atau beberapa helai rambut dalam krathong mereka sebagai simbol selamat tinggal pada masa lalu.

7. Rambu Solo,
Tana Toraja, Indonesia
Rambu Solo

Festival yang satu ini cukup mengandung unsur mistis dan kepercayaan adat yang sangat kental namun cukup sangat menarik untuk dikunjungi, Rambu Solo merupakan festival yang di percaya dapat mengantarkan keceriaan dan kebahagiaan melalui perayaan yang meriah bagi saudara yang telah meninggal.

Festival ini di gelar pada bulan Juli hingga September, dan menurut kepercayaan setempat  bahwa sebelum Rambu Solo dilaksanakan, jenazah dianggap masih hidup dalam keadaan sakit. Kabarnya, festival ini membutuhkan biaya yang besar. Pasalnya, mereka yang merayakan harus memotong banyak kerbau bule yang satu ekornya bisa dihargai 50 juta rupiah.

Sumber : Mister Aladin