3/14/2015

Wisata Pontianak terbaik dari Kota Khatulistiwa

Syutrav.blogspot.com
Syutrav - Pontianak yang terkenal dengan garis khatulistiwa yang membagi bumi menjadi 2 yaitu utara dan selatan, di kota ini didirikan sebuah tugu yang menandakan garis tengah bumi ini dan menjadi salah satu icon terkenal dari kota ini. Selain terkenal sebagai garis tengah bumi kota ini juga memiliki banyak tempat wisata menarik  Berikut daftar tempat wisata yang menarik dari Kota Khatulistiwa ini.

Syutrav.blogspot.com
Tugu Khatulistiwa
Tempat yang menjadi kebanggaan dari kota Pontianak ini merupakan salah satu tempat yang paling banyak di kunjungi di kota pontianak ini. selain sebagai tugu namun juga di tugu ini anda akan menemukan fenomena yang cukup menarik dimana anda tidak akan menemukan bayangan pada semua benda di kota pontianak ini. kejadian ini dapat anda jumpai pada tanggal tertentu seperti 21-23 maret dan 21-23 september setiap tahunnya karena pada saat itu matahari tepat berada di atas garis khatulistiwa sehingga membuat semua benda tidak memiliki bayangan.

syutrav.blogspot.com
Sinka Island Park
Sinka island park Merupakan salah satu destinasi wisata yang memiliki beberapa aneka pilihan tempat wisata didalamnya seperti Kebun binatang, Kolam renang, Hingga pantai yang indah. Di tempat ini terdapat Sinka Zoo yang merupakan kebun binatang mini yang berisi sekitar 200 ekor binatang dengan 64 jenis spesies yang ada dengan biaya masuk Rp 10.000 / orang. selain kebun binatang anda dapat mengujungi pantai Banjau di dekat kebun binatang dengan membayar Rp 15.000 / orang namun pantai ini tidak cocok untuk berenang karena memiliki tepian berbatu. jika ingin berenang terdapat kolam berenang yang telah disediakan. selain itu dengan menyeberangi jembatan kayu anda dapat mengunjungi pulau terkecil didunia yang diakui oleh PBB yang terdapat sebuah klenteng yang cukup terkenal.

Syutrav.blogspot.com
Taman Alun-alun Kapuas
Keberadaan sungai kapuas memang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari warga Masyarakat Pontianak yang memanfaatkan sungai Kapuas sebagai salah satu alat komunikasi yang cukup umum. Selain Sebagai Alat transportasi yang cukup umum pinggiran sungai ini juga dimanfaatkan sebagai Taman rekreasi keluarga yang menjadi tempat favorit bagi warga sekitar terutama kaum muda pada malam minggu. Taman seluar 3 hektar ini juga memiliki Tugu Khatulistiwa disalah satu sudutnya.

Syutrav.blogspot.com
Rumah Betang Radakng
Rumah Betang Radakng merupakan Rumah Adat asli dari suku Dayak di kalimantan barat. Terletak di jalan sultan syahrir, Kota Baru Pontianak terdapat salah satu Rumah Betang Radakng yang merupakan Replika yang sengaja dibuat untuk menarik wisatawan oleh pemerintah setempat. dengan panjang 138 Meter Lebar 5 Meter dan tinggih 7 Meter, Rumah Replika ini merupakan rumah terpanjang di indonesia.

Syutrav.blogspot.com
Masjid Jami Pontianak
Masjid yang terkenal dengan nama Masjid Sultan Syarif Adburrahman merupakan saksi buta berdirinya kota Pontianak bersama dengan keraton kadriah. terletak sekitar 200 Meter dari Keraton Mesjid ini mampu menampung sekitar 1500 orang jemaah. didalam Mesjid ini terdapat 4 buah pillar yang terbuat dari kayu berlian dengan diameter 0,5 meter. Setelah selesai dari mesjid anda dapat menuju kepasar tradisional yang terletak disebelah kiri Pintu masuk mesjid yang menjual ikan segar lansung dari sungai kapuas.

Syutrav.blogspot.com
Keraton Kadriah
keraton yang dibangun oleh sultan Syarif Adburrahman Alqadrie yang merupakan sultan pertama dari kesultanan pontianak ini dibangun pada tahun 1771. Bangunan yang didominasi oleh warna kuning dan terbuat dari kayu berlian yang merupakan kayu dari kalimantan yang dikenal dengan kayu besi karena kekuatannya. Terdapat sebuah Meriam Peninggalan jepang dan portugis terletak di halaman depan keraton menyambut setiap pengunjung. Sedangkan di dalam bangunan anda dapat menjumpai singgasana Sultan dan Permaisuri lengkap dengan foto-foto dan koreksinya. Selain itu terdapat salah satu koreksi yang paling unik adalah sebuah Al Quran yang ditulis sendiri oleh sultan Syaruf Adburrahman Alqadrie.